Cara Menghitung Kebutuhan AC Untuk Ruangan dengan Mudah

Cara Menghitung Kebutuhan AC Untuk Ruangan dengan Mudah
Agar mendapatkan udara sejuk, sebaiknya kapasitas AC harus disesuaikan dengan ukuran ruangan. Bagaimana cara menghitung kapasitas AC yang pas?

Besarnya kapasitas AC biasanya mengacu pada satuan PK atau Parrd Kracht. Untuk menentukan PK, anda dapat gunakan rumus sebagai berikut ini :

Panjang ruangan (m) x Lebar ruangan (m) x Tinggi/3 (m) x 500

Hasilnya kemudian sesuaikan dengan PK. Misalkan anda memiliki ruangan dengan panjang 5 m, lebar 3 m dan tinggi 3 m. Dengan menggunakan rumus di atas hasilnya adalah 7500. Ini artinya, PK yang dibutuhkan sebesar 3/4 atau 1 PK.
Baca juga : Cara Instalasi Plumbing Pada Proyek Bangunan
BTU/h     PK
5.000      1/2PK
7.000      3/4PK
9.000      1 PK
12.000    1 1/2PK
18.000    2PK

Demikian cara menghitung kebutuhan AC untuk ruangan. Semoga bermanfaat.

Lanjutkan Membaca

Lantai Kayu: Bahan Penutup Lantai Penuh Estetika

Lantai Kayu: Bahan Penutup Lantai Penuh Estetika

Setelah tahap struktur bangunan selesai selanjutnya menuju tahap berikutnya finishing. Persiapan yang dilakukan yakni membeli material bangunan untuk pekerjaan finishing sesuai dengan gambar rencana atau gambar kerja.

Terkadang meskipun material yang digunakan sudah direncanakan dari awal, namun tiba-tiba bisa berubah karena perubahan selera. Pemilihan material yang digunakan bisa cukup lama karena untuk mencoba material perlu dibuatkan 'mock up' atau contoh dilapangan.

Lanjutkan Membaca

Tips Untuk Memilih Rangka Atap Baja Ringan yang Tepat

Rangka Atap Baja Ringan

Sebelum kita membeli atap baja ringan, sebaiknya kita mengetahui bagaimana cara memilih rangka atap baja ringan yg baik.

Buat masing-masing jenis penutup atap (genteng keramik/beton/metal, seng aluminium, onduline, fiberglass atau asbes), berukuran/dimensi, ketebalan dan  konstruksi rangka kuda-kuda atap baja ringan yg dipergunakan tidak sama disesuaikan menggunakan berat material penutup atap.

Semakin berat material atap, semakin akbar/tebal pula rangka yg digunakan. Begitu pula kebalikannya. 

Baca juga : Cara Mudah Menghitung Luasan Atap Bangunan

JANGAN TERKECOH dengan HARGA MURAH!!! Ketelitian sebelum membeli sangat diharapkan. Mintalah berita berukuran/dimensi Reng (roof batten) dan  C channel rangka yg akan dipasang. Semakin besar /tebal Reng dan  C channel rangka, semakin besar  juga beban yang dapat ditanggung sang rangka. 

Semakin kecil berukuran/dimensi C channel, semakin minim pula kesanggupan rangka buat menanggung total beban atap.

Untuk ukuran C channel yang terbuat dari bahan Zincalume maupun Galvanis terdapat 3 jenis :

* C71.075

Direkomendasikan untuk rangka atap menggunakan jenis genteng metal, seng, fiberglass, Onduline, asbes serta jenis atap lainnya yang bersifat ringan. Pemakaian C71.075 menggunakan bentangan lebar permanen aman sebab kekuatan rangka/kuda-kuda sebanding dengan beban total penutup atap.

* C81.075

Selain direkomendasikan buat rangka atap menggunakan jenis seperti tadi di atas menggunakan bentangan lebar, C81.075 pula dapat diaplikasikan buat jenis penutup genteng keramik dengan bentang atap menengah (-/+ 7 meter).

 * C81.095

Direkomendasikan buat rangka atap dengan jenis penutup genteng keramik serta genteng beton menggunakan bentang atap yg panjang (s/d > 9 meter).

Buat kalkulasi dan  desain konstruksi rangka baja yang akan dipasang, umumnya pembuat/kontraktor baja ringan menggunakan aplikasi khusus rangka atap baja ringan yg menjamin taraf presisi material dan  pemasangan rangka atap baja ringan.

Sedangkan untuk genteng atau material atap, sangat banyak pilihan tersedia pada pasaran yang memiliki kualitas sangat majemuk. Tentang pilihan, semuanya kembali lagi ke Anda sendiri berdasarkan pertimbangan kesukaan dan  jumlah dana yg tersedia.

Lanjutkan Membaca

Scaffolding - Alat Untuk Mempermudah Pekerjaan Begesting (Harga Sewa Scaffolding)

Harga Sewa Scaffolding

Tahap pengecoran lantai dalam proyek rumah memerlukan bahan penunjang yang tidak sedikit. Material yang digunakan untuk menahan beban pada saat pengecoran lantai biasanya kayu, dolken dan bambu. Jarak yang dipakai antar bambu 40 x 40 cm persegi. Sehingga diperlukan batang bambu atau dolken yang banyak.

Saat ini alternatif untuk menyiasati sebagai bahan pengganti material alami tersebut dapat menggunakan scaffolding dengan cara sewa. Terbuat dari bahan besi dengan sistem portable sehingga scaffolding memudahkan dan dapat dipakai berulang-ulang. Dibandingkan dengan penggunaan material alam tersebut yang setelah habis pelaksanaan proyek bisa saja jadi percuma dan sampah.

Baca juga : Mengetahui Fungsi Kerja Tower Crane

Untuk proyek rumah anda bisa mencoba untuk menggunakan alat ini. Keuntungan menggunakan scaffolding ini antara lain rangka yang lebih kuat karena terbuat dari bahan besi, pemasangan lebih cepat dan ramah lingkungan (tidak menyisakan sampah), keadaan proyek yang lebih rapi dan bersih.

Apabila anda ingin menggunakan scaffolding cukup mendatangi tempat yang menyewakan alat ini. Tunjukkan gambar luasan lantai yang ingin dicor, maka pihak penyewa akan menghitung kebutuhan scaffolding yang diperlukan. Cara sewa scaffolding ini minimal 1 bulan. Biasanya juga disyaratkan ada uang jaminan dalam sewa scaffolding ini. Ditambah ongkos kirim kurang lebih Rp. 100.000,- tiap sekali jalan.

Perhitungan Penggunaan Scaffolding

Unit scaffolding terdiri dari beberapa bagian. Ada main frame, cross brace, ladder frame, u-head, joint pin, base plate. Untuk penyangga saat pengecoran lantai cukup menggunakan unit ini. Karena masih banyak jenis alat ini yang bisa digunakan untuk membantu pekerjaan begesting. Anda tinggal berkonsultasi dengan penyedia jasa sewa.
Contoh kasus, misalnya kita akan cor lantai dengan ukuran 3 x 4 m dengan tinggi ruangan 3 m. Maka scaffolding yang dbutuhkan untuk menyangga adalah 4 set main frame (sudah termasuk cross brace dan joint point), jumlah ladder 8 pcs, dan 8 cross brace, banyaknya u-head yang diperlukan 16 pcs, base plate sejumlah 16 pcs dan sejumlah single support pipe.

Tiap set scaffolding dihargai mulai Rp. 35.000,-. Satu set terdiri dari 2 main frame, 2 cross brace dan 4 joint pin. Untuk sewa per item harga yang ditawarkan mulai sebagai berikut :

  1. Main frame uk. 1,93 atau 1,70 m Rp. 8.500,-
  2. Cross brace uk. 2,20 atau 1,93 m Rp. 6.000,-
  3. Joint pin Rp. 1.500,-
  4. Ladder frame uk. 0,5 atau 0,9 m Rp. 7.000,-
  5. Horizontal frame uk. 1,05 m Rp. 9.000,-
  6. Clamp Rp. 4.000,-
  7. Jack base Rp. 5.000,-
  8. U-head Rp. 5.000,-
  9. Roda Rp. 100.000,-
  10. Tangga/Stair Rp. 80.000,-
  11. Cat walk Rp. 29.000,-
  12. Steel pipe (2m,3m,4m,6m) Rp.20.000,- sampai dengan Rp. 35.000,-
  13. Pipe support Rp. 35.000,-
Jika proyek anda dekat tempat penyewaan scaffolding ada baiknya anda mencoba menggunakan alat ini untuk membantu mempermudah pekerjaan begesting proyek anda.

Lanjutkan Membaca

Memilih Struktur Bangunan dan Pondasi yang Tepat Guna

 Struktur Pondasi yang Tepat Guna

Perkembangan pembentukan struktur dapat diamati sebagai struktural desain. Ruang memiliki tiga dimensi yang terwujud di bidang arsitektur dalam dua manifestai, yaitu massa dan isi. Ruang kemudian juga terwujud sebagai ruang di antara dua massa, yaitu spasi (space).

Konsep Perencanaan Ruang Terhadap Strukturnya

Berdasarkan hubungan antara bagian bangunan yang menerima beban (pondasi, kolom, dinding, pelat lantai atau atap sebagi struktur gedung) dan bagian bangunan yang tidak menerima beban (dinding tirai, dinding pemisah, pintu dan jendela sebagai pembagi ruang) maka dapat ditentukan struktur gedung sebagai berikut :
  1. Struktur bangunan masif. Konsep ruang tertutup dimana semua dinding menerima beban.
  2. Struktur pelat dinding sejajar. Konsep ruang dengan beberapa pelat dinding yang sejajar atau berpusat yang menerima beban
  3. Struktur bangunan rangka. Konsep ruang terbuka dimana hanya kolom dalamaturan tertentu (grid) menerima beban)
Ketiga konsep di atas kemudian dikembangkan sebagai dasar dari perencanaan sebuah bangunan. Berdasarkan struktur bangunan ini dapat diciptakan ruang seperti misalnya :
  1. Struktur bangunan masif. Dinding yang menerima beban dan sekaligus membentuk tiga ruang. Lubang dalam dinding atau celah diantara dinding masing-masing membentuk pintu dan jendela.
  2. Struktur bangunan rangka dengan tiang yang berdiri berbentuk kisi-kisi. Pembentukan ruang hanya terjadi oleh bagian bangunan kelengkapan. Ukuran ruang masing-masing sangat bebas.
  3. Struktur bangunan pelat dinding sejajar dalam arah membujur. Dinding yang menerima beban membentuk tiga ruang. Bagian bangunan kelengkapan dibutuhkan untuk memberi batasan ruang di depan dan di belakang.
  4. Struktur bangunan pelat dinding sejajar dalam arah memanjang. Dinding yang menerima beban membentuk dua ruang yang ukurannya berbeda. Bagian bangunan kelengkapan dibutuhkan untuk memberi batasan ruang ke samping dan kanan.

Kaitan Pemilihan Pondasi yang Tepat dengan Struktur Bangunan

Hubungan antara tanah dan bangunan (gedung/rumah) ditentukan oleh cara penyaluran beban gedung ke tanah dan sebagai pertemuan bangunan dengan topografi tanah.

Menurut cara penggunaan, topografi dan sebagainya, timbul keadaan yang berbeda apabila dilihat dari segi struktur maupun pembentukan rumah.

Dari berbagai struktur bangunan yang telah dibahas di atas (struktur masif, pelat dinding sejajar, rangka) bagaimana menentukan jenis pondasi yang dapat digunakan untuk menopang masing-masing struktur yang digunakan?

Jika dibayangkan sebuah bangunan dapat diangkat secara keseluruhan, lepas dari tanah, terwujud jejaknya. Pondasi bangunan merupakan sepatu bangunan yang menciptakan jejak.

Dengan demikian pondasi merupakan alat penyambung antara bangunan dan tanah yang dibuat dari bahan yang mampu menghubungkan kedua unsur tersebut.

Dapat disimpulkan sebagai berikut, berdasarkan sistem struktur bangunan yang dipilih, kemudian dapat ditentukan sistem pondasi dan konstruksi bangunan yang cocok dengan bahan bangunan terbaik yang akan menjamin kualitas bangunan.

Lanjutkan Membaca

Memilih Struktur dak lantai 2 | lantai panel atau lantai beton konvensional?

Memilih Struktur dak lantai 2 - lantai panel atau lantai beton konvensional

Menjawab pertanyaan dari rekan tentang rencana renovasi rumahnya menjadi dua lantai dengan menggunakan sistem tidak biasa yakni menggunakan dak lantai panel.

Sebelum membahas metode dan macam dak lantai panel, banyak cara yang digunakan untuk merenovasi bangunan menjadi 2 lantai dengan tetap mempertahankan bangunan yang ada.

Perencanaan yang matang dan perhitungan biaya diawal merupakan hal yang wajib jika proyek ingin sukses berjalan lancar dan selesai dengan baik.

Pemilihan struktur yang digunakan menentukan waktu dan biaya yang akan dicapai.

Memilih Struktur dak lantai 2

Anda dapat memilih struktur beton konvensional apabila menginginkan biaya lebih ekonomis, jika tempat kerja yang luas dan akses penempatan material yang mudah. Tetapi jika menginginkan penyelesaian proyek yang singkat, relatif bersih, dan anda tidak mempermasalahkan dengan biaya lebih tinggi, maka anda dapat menggunakan struktur baja.


Seperti yang telah diketahui, struktur dak lantai menggunakan beton dilakukan cor bersamaan dengan balok. Jadi beton lantai menjadi satu kesatuan dengan struktur baloknya (monolit). Sedangkan dak lantai menggunakan sistem panel pemasangannya setelah struktur balok jadi terlebih dahulu. Balok menjadi penopang dari struktur lantai panel.  

Kembali kepada masalah dak lantai panel, sekarang ini telah berkembang metode dan bahan yang digunakan untuk membuat lantai panel ini. Berikut ini bahan yang digunakan dalam membuat lantai panel.

1. Lantai panel beton pra cetak

Bahan ini menggunakan beton biasa yakni campuran besi, agregrat dan porland cement (PC) yang dicetak terpisah. Karena bebannya yang berat maka untuk pemasangannya memerlukan bantuan alat berat.

Lantai panel beton pra cetak

ukuran panel bisa dibuat berdasarkan bentang antar balok yang akan menjadi tumpuannya.


2. Lantai panel beton keramik

Lantai panel beton keramik

Disebut beton keramik karena materi dari panel ini dari keramik. Bentuknya mirip dengan bata merah namun tengahnya berongga. Rongga ini untuk mengurangi dari berat panel ini. Pada kedua tepi terdapat alur untuk penempatan besi beton sebagai pengikat panel.

Lantai panel beton keramik

Lantai panel beton keramik

Kelebihan dari panel ini adalah dapat disesuaikan panjangnya berdasarkan bentang dilapangan. Untuk penggunaannya masih kurang familiar dikalangan praktisi proyek.

3. Lantai panel beton ringan

Selain memproduksi bata ringan, produsen bata ringan telah mengembangkan teknologi panel lantai beton ringan. Bobot panel ini diklaim lebih ringan dari beton pra cetak. Karena material yang digunakan sama dengan bata ringan atau aerasi.

Lantai panel beton ringan

Ukuran panel mulai dari 600 x 1200 mm. Untuk landasan dari panel ini memerlukan rangka yang disesuaikan dengan panjang maksimal panel. Rangka yang biasa digunakan adalah besi baja.

4. Lantai panel kalsifloor/fibersemen

Terbuat dari campuran serat fiber dan semen. Diproduksi oleh produsen pembuat papan fibersemen, bahan yang digunakan memiliki komposisi yang sama pula. Dengan ketebalan 20 mm dan ukuran 600 x 1200 mm mampu menahan beban terpusat 800 kg.

Lantai panel fibersemen

Panel fibersemen ini cocok untuk digunakan untuk tempat yang tidak memilik beban terpusat yang besar atau tempat yang memiliki beban hidup yang ringan. Mudah pemasangannya karena panel ini tinggal diskrup pada rangka landasannya. Rangka yang disarankan menggunakan struktur baja karena lebih kuat untuk menopang beban panel ini.

Menimbang biaya dan kemudahan dalam pelaksanaannya, anda dapat memilih sistem yang cocok bagi anda untuk membuat dak lantai 2 rumah anda.

Lanjutkan Membaca

Perbandingan Harga Terpasang Bata Ringan dan Bata Merah (Studi Kasus)


strategiproyek.com - Untuk memperoleh biaya yang sesuai budget dalam proyek, sering kita membandingkan harga terlebih dahulu antara penggunaan material satu dengan lainnya.

Menjadi menarik bagi kita apabila kita mengetahui anggaran biaya yang harus kita keluarkan tiap-tiap item pekerjaan. Sebagai contoh, penggunaan material bangunan untuk penutup dinding antara bata ringan dan bata merah.

Berapakah perbandingan harga terpasang bata ringan dengan bata merah? dan berapa pula biaya masing-masing dinding jadi setelah diplester dan diaci keduanya sehingga diperoleh harga dinding per m2 nya?
Baca juga: Bagaimana Cara Mudah Menghitung Harga Terpasang Bata Ringan?

Perbandingan Harga Terpasang Bata Ringan dan Bata Merah

Berikut ini saya uraikan analisa masing-masing bahan hingga diperoleh harga per m2 nya.

Perbandingan Harga Terpasang Bata Ringan dan Bata Merah
Analisa Perhitungan Pasang Bata Ringan





Perbandingan Harga Terpasang Bata Ringan dan Bata Merah
Analisa Perhitungan Plesteran dan Acian

Saya ambil salah satu dari tabel analisa, jika anda menggunakan bata ringan dengan ketebalan 10 cm maka harga dinding terpasang termasuk plester dan acian dua sisi diperoleh Rp. 290.040,- per m2.

Sedangkan jika menggunakan bata merah maka diperoleh harga dinding terpasang diperoleh Rp. 260.660,- per m2.

Perbandingan Harga Terpasang Bata Ringan dan Bata Merah
Analisa Perhitungan Pasang Bata Merah

Sehingga dapat diambil kesimpulan harga terpasang dinding menggunakan bahan bata ringan lebih mahal daripada dinding yang menggunakan material bata merah. Persentasenya, membuat dinding dengan material bata ringan kurang lebih 11% lebih mahal daripada menggunakan bata merah.

Akan tetapi dalam suatu proyek perbandingan harga tidak mutlak menjadi penentu dipilihnya material yang akan digunakan. Faktor lain seperti kecepatan pelaksanaan, ketersediaan material, mutu yang ingin dicapai merupakan hal yang menjadi pertimbangan juga dalam pemakaian material bangunan.
Baca juga: Bata Ringan Aerasi - Teknologi Bahan Bangunan
Nah, setelah anda mengetahui studi analisa perbandingan harga ini, anda dapat mempertimbangkan pemilihan material terbaik yang akan anda gunakan dalam proyek impian anda.

Lanjutkan Membaca